Selasa, 31 Maret 2015

Penghianat

Penghianat

" mba "
 seorang gadis berambut panjang, lurus kemerahan, yang mempunyai tubuh mungil dan cantik ketika memanggil seorang pelayan di restaurant untuk pesan yang diinginkannya .

gadis tersebut bernama Vivi ia adalah anak orang kaya, papahnya bekerja di sebuah perusahaan tetapi beliau sudah wafat , dan sekarang perusahaan tersebut di pegang oleh mamahnya , beliau selalu sibuk dengan perusahaannya dan selalu pergi keluar kota untuk bertemu client . sampe - sampe anaknnya ga ada yang keurus.
  Vivi selalu tinggal dirumah hanya sama pembantunya dan kakaknya tetapi kakanya juga sering ga pulang kerumah karena sibuk dengan bergadang bersama teman - temannya.

" Jus stowberi satu " kata Vivi ketika meminta pesanannya kepada pelayan.
" yah, apa lagi mba ? " tanya seorang pelayan
" udah itu aja " jawab Vivi dengan singkat. biasanya sih ia pesan banyak tetapi kali ini ia hanya pesan minuman katanya sih lagi bad mood, karena lagi memikirkan ortunya yang selalu bekerja dan ga pernah ada waktu untuk anaknya.

" kapan mamah ada ada waktu buat Vivi , selalu saja yang diurus hanya kerja, kerja dan kerja " Vivi bicara ga jelas dan entah bicaranya sama siapa .

" permisi , boleh saya duduk disini ? "
lamunan Vivi langsung dikagetkan dengan suara cowok yang ingin duduk satu meja dengan Vivi .
" oh silahkan " jawabnya singkat,  " siapa sih ni cowo so kenal banget " Vivi meggerutu dalam hatinya.
" Trima kasih " jawab cowok tersebut sambil menarik kursinya yang akan di duduki.

Tiba - tiba pesanan yang di pesannya Vivi datang, " ini mba pesanannya,maaf lama soalnya banyak pesanan " seorang pelayan yang mencoba menjelaskannya kepada pelanggannya agar tidak kecewa
" iya ga papa " jawab Vivi dengan lembut, memang Vivi ini anaknya baik dan tidak sombong.
" mba aku pesen jus mangga satu " seorang cowok yang duduk semeja dengan Vivi memesan pesanannya kepada pelayan yang tadi mengantarkan makanannya kepada Vivi
" baik Mas, tunggu sebentar " jawab pelayan.

" Hay kenalin aku Rendy " sambil mengulurkan tangannya kepada Vivi yang mencoba akrab.
" Vivi " jawabnya singkat , tanpa mengulurkan tangannya
 emang Vivi ini ga mudah akrab sama orang apalagi yang baru kenal , tapi kalo udah kenal jangan tanyakan lagi bisa melebihi akrab deh ...

" Btw kamu tinggal dimana " 
" di ........ "
" ouh, kalau aku tinggal di ... ."

 kau jaga slalu hatimu saat jauh daiku tunggu aku kembali

tiba - tiba ponsel Vivi berbunyi , ada telefon dari Dimas dan ia segera mengangkatnya . Dimas ini sahabat Vivi dari kecil , tetapi ia suka sama Vivi tapi ga berani mengucapkannya.

" hallo Dim... " sahut Vivi
" Hay Vi , kamu dimana ? aku kerumah kamu ko sepi sih hanya ada bi imah "
" iya Dim aku lagi di Restaurant tempat biasa kita nongkrong "
" oh ya udah aku kesitu yah "
" iyah, aku tunggu "

tak lama kemudian Dimas datang dan segera bergabung, melihat Rendy lagi duduk sama Vivi, Diams sempet kaget dan penuh tanda tanya.

" loh ko, kamu....."
" Hay Dim apa kabar ? " Rendy langsung memotong omongannya Dimas,karena ia sudah lama ga berjumpa sama Dimas, kebetulan Rendi dan Dimas teman sejak smp dan ia juga akrab
" ba..baik, loe sendiri " terpatah - patah menjawab pertanyaan Dimas,
" gw baik "
" loh kalian udah saling kenal ? " tanya Vivi
" iya Vi, kami ini teman sebangku waktu Smp " Rendy mencoba menjelaskannya.
" oh " .
" Vi loe kenapa ko kayaknya akhir - akhir ini aku cari jarang banget dirumah ? " tanya Dimas kepo
" iya Dim , sory yah gw ga ngabarin loe , gw lagi ada sedikit problem sama mbokap "
" loh ko loe ga cerita sih sama gw "
" gw lagi pengen sendiri ajah "
" oh ya udah , semoga cepet selese masalah loe yah " Dimas mengelus bahu Vivi , yang ingin menenangkannya 

mereka bertiga bercakap - cakap dan bercanda tawa sampai lupa waktu, jangan tanya kalau udah nongkrong sama temennya Vivi ini suka lupa waktu , dan sampai - sampai Vivi dan Rendy sudah akrab karena kelaman nongkrong sambil bercanda gurau. 

tiba - tiba Alarm Vivi berbunyi yang menunjukan jam 22.00.

" wah, udah malam nih gw pulang dulu yah " Vivi berdiri segera mengambil tasnya dan bergegas pulang
" biar gw antar yah “ Dimas dan Rendy brdiri dan berbarengan sama – sama menawarkan untuk mengantarnya pulang.
“ ga usah , gw bisa sendiri ko “ Vivi lebih memilih sendiri.
“ oh ya udah, hati – hati yah Vi “ teriak Dimas
Vivi ga ndengerin Dimas ia langsung saja naik mobil sportnya.
Tiba dirumah, Vivi langsung masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan badannya ditempat tidurnya dan akhirnya sampai ketiduran sampai pagi.
Kriiiingg……kringggg…..
Jam Vivi berbunyi waktu menunjukan jam 07.00 ia bangun kesiangan dan ia langsung mandi dan siap – siap untuk berangkat kesekolah, bahkan lupa sarapan pagi karena ia sudah kesiangan.
Ketika membuka pintu , ia kaget karena didepan rumahnya sudah ada Rendy yang menjemputnya untuk berangkat kesekolah bersama
“ Rendy…ko bisa ada disini ? tau rumahku dari saipa ? “ Tanya Vivi keheranan
“ ya tau dong, kalau ga tau namanya bukan Rendy “ jawabnya mengajak bercanda
“ ahh sudahlah, ga penting juga ni udah kesiangan “
“ Vi mendingan loe nebeng gw ajah ga usah pake mobil, biar lebih cepat lagian kan jalanan ramai pasti macet “
“ oh, ya udah deh “ jawab Vivi menerima tawarannya dan ga enak juga Rendy udah datang pagi – pagi untuk menjemputnya walaupun beda sekolah tapi kita searah , lagian ada kebenerannya juga sih..
Sampainya disekolah Dimas lihat Vivi sama Rendy naik motor bersama , Dimas cemburu liat mereka berdua berangkat bersama.
“ thank’s ya Ren, udah mau nganterin gw “
“ iya, santai aja kali Vi , apa sih yang ga buat loe , hehe “
“ ih, apaan sih loe, ya udah gw masuk dulu yah udah telat nih “
“ iyah hati – hati Vi jangan lari “
Rendy langsung jalan dan menuju kesekolahnya.
Mira melihat cowok yang tadi berangkat bersama dengan Vivi
“ Hay, pagi Vi “ sapa Dimas
“ pagi Dim “
“ ko tumben sih brangkatnya siang “
“ iyah nih Dim, gw bangun kesiangan habisnya ga ada yang ngebangunin sih, bi imah juga ternyata pulang kampung waktu sore katanya sih saudaranya ada yang meninggal, ia hanya meninggalkan surat didapur “
“ooh, btw loe ko bisa brangkat sama si Rendy “ Tanya Dimas penasaran
“ oh itu, ga tau tuh tiba – tiba tu anak udah nongol ajah didpan rumah gw ”
Teet…teeett…
Bel sekolah udah berbunyi dan mereka berdua langsung masuk ke kelasnya masing – masing.
“cie.. yang tadi dianterin , kenalin dong “ sapa Mira mengagetkan Vivi
“ ih apan sih , cuam temen ko “
“ hey Vi , gimana Tugasnya udah belum “ Tanya sahabatnya yang bernama Mira
“ udah dong, oyah gmana ntar siang jadi ga ke toko buku “
 “ waduh, sory nih Vi , bukannya gw ga mau tapi hari ini gw harus ke mall, ada sesuatu yang harus gw beli “
“ yaaahh, brati gw sendrian dong “
“ hee.. sory next time yah “
“ hmmm, ya uadah deh ga papa, tapi bneran yah “
Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi , Vivi langsung bergegas untuk ke toko buku dan Mira juga langsung pulang kerumahnya, di gerbang sekolah Mira bertemu dengan Dimas.
Dimas menanyakan keberadaan Vivi, dan Mira pun menjelaskannya kalau ia udah ngilang dari tadi untuk ke toko buku. Mira langsung meninggalkan Dimas begitu saja.
***
“ Vi loe dimana “  Dimas mengirim pesan ke Vivi
“ gw di restaurant tempat biasa “ balasnya
Tiba – tiba Dimas datang dengan berpenampilan lumayan rapih, ia berencana kalau Sore ini ia akan menyatakan Cinta ke Vivi
Ketika Dimas datang Vivi langsung ketawa melihat penampilannya, karena ia baru melihat sahabatnya berpenampilan rapih.
“ Dim loe ga sakit kan “ Tanya Vivi sedikit mengledek
“ ya ga lah, emang kenapa ? ga bagus yah gw berpenampilan rapih “ dengan nada sedikit malu
“ hahaha , bagus ko bagus .. ko tumben sih “
“ hee ga papa ko , Vi gw mau ngmong sama loe “ dengan nada serius
“ ngmong ajah, ko keliatannya serius banget “ jawabnya menyepelekan omongannya Dimas dan ia masih melanjutkan makannya
“ Vi aku serius “ sambil memegang tangannya Vivi dan menghentikan makannya Vivi, Vivi hanya terdiam, ga tau apa maksudnya ia memegang tangannya dan ga tau apa yang harus Vivi lakukan
“ Vi aku dari dulu tuh suka sama kamu, aku slalu Perhatian sama kamu, menjaga kamu, dan menemani kamu kemana ajah yang kamu mau, tapi aku belum berani untuk mengatakannya , aku takut kamu marah, tapi sekarang aku memberanikan diri , kamu mau ga jadi pacar aku “
Dimas benar – benar berani mengatakannya dan ia siap apapun yang akan terjadi
“ Hay Vi, Dim “ suasana berubah menjadi tenang dengan kedatangannya Rendy, Vivi langsung melepaskan pegangannya Dimas dan mencoba tenang ,seakan tidak terjadi sesuatu sama mereka berdua.
“ Hay “ jawab Vivi
“ sial ni anak, kenapa sih loe harus muncul disaat keadaan lagi romantis, lama – lama ni anak harus gw singkirin jauh – jauh nih agar ga ngancurin rencana gw , kita boleh bersahabat tapi kalau masalah cewe kita harus bersaing “ dalam hati Dimas agak kesal
“ woy “ Rendy mengagetkan lamunannya
“ eeh i iya ren “ jawabnya terpatah – patah
“ loe kenapa sih ko kayaknya lagi kesel sama orang “
“ ga ko ren, gw ke toilet dulu yah ” Diams langsung pergi meninggalkan mereka berdua .
“ Diams ko aneh banget sih, ga biasanya “
  ga tau tuh Ren , mungkin lagi ada problem kali “
“ oooh, oyah besok pulang sekolah loe ada waktu ga ? “
“ ga ada deh kayanya, emang kenapa “
“ temenin gw ke toko buku yah “
“ oh boleh “
Ketika lama bercakap – cakapan mereka pun pulang kerumahnya masing – masing dan Vivi dianterin Rendy karena ia ga bawa mobilnya dan juga Dimas yang ngilang begitu saja sejak ia ijin ke toilet, Vivi dan Rendy pulang sekitar jam 8 malam,
Sampainya dirumah Vivi langsung mandi dan dilanjutkan mengerjakan tugas sekolahnya, dan saat Vivi lagi konsen , ponselnya berbunyi , ya ada telefon dari Dimas dan Vivi langsung mengankatnya
Dimas menanyakan bagaimana jawabannya tadi sore, tetapi Vivi hanya diam dan bingung harus mengatakan apa, karena Vivi sudah menganggap Dimas sebagai saudaranya sendiri dan rasnya juga ga mungkin banget kalau mereka berdua pacaran karena juga Vivi ga naksir sama Dimas dan juga Dimas bukan tipenya.
“ sory Dim gw ga bisa”
Vivi meminta maaf karena ia ga bisa menerimanya sebagai kekasihnya, dan ia menjelaskan alasannya , Dimas pun menerima alasannya Vivi dan menerima apa yang sudah terjadi..
Pagi – pagi ternyata udah dapat pesan dari Dimas
“ Vi hari ini gw pindah ke luar kota karena mbokap lagi bisnis di luar kota, maka dari itu aku pindah sekolah, sory yah gw ga sempet kerumah loe “
“ wah ko dadakan sih, ya udah deh hati – hati yah Dim “
Keesokan harinya,
Mira ngajak Vivi untuk menemani ke mall , karena ada sesuatu yang harus dibelinya berhubung Vivi udah ada janji sama Rendy , Vivi menolak permintaan Mira untuk pergi menemani shopping
“ duh.. sory Ra gw harus ke toko buku udah janji sama temen dari kemarin, ga enak kan kalo udah hariha menolaknya”
“ouh ya udah ga papa ko, mmm temen apa temen “
“ temen ko Ra beneran deh, tapi… “
“ tapi apa ? “
“ kayaknya aku suka deh sama dia, coz juga ketika aku deket sama dia, aku nyaman banget Ra “
“ cie..cie… yang lagi falling in love “
“ ih apaan sih, ya udah aku ke toko buku dulu yah “
“ hee… iya deh siip tenang ajah Vi “
“ oyah , kalu udah jadian jangan lupa m2mnya ya Vi “
“okeh, siip “
Vivi dan Rendy jadi ke toko buku , setelah ketoko buku mereka pergi ke taman, dan terjadi sesuatu …
“ Vi boleh Tanya ga “
“ boleh, Tanya apa ? “
“ loe udah punya pacar belum “
“ hah, pacar belum tuh “ Vivi sepertinya udah tau kalau Rendy mau Menyatakan Cinta ke Vivi
“ ah masa sih, cewe secantik loe ga punya pacar “ Tanya Rendy keheranan, karena ga mungkin banget cewe secantik Vivi belum juga punya pacar
“ beneran ko, emang kenapa ko tanyanya gitu sih “
 kamu mau ga jadi pacar aku “
Vivi terdaim , ia ga nyangka banget kalau cowo seganteng Rendy bisa suka sama Vivi, dan dugaan Vivi benar kalau Rendy bakal nyatain Cinta ke Vivi.
“ iya aku mau “  Jawab Vivi dengan agak malu
Sebenarnya juga Vivi udah terpesona sama Rendy sewaktu pertama kali bertemu di restaurant, mereka berdua akhirnya jadian. Dan waktu udah menunjukan jam 7 Vivi diantar pulang.
Paginya Vivi ngajak Mira untuk menepati janjinya, dan disitu juga ada Rendy cowoknya Vivi
Semenjak m2m Vivi jarang banget ketemu sama Rendy dan akhir – akhir ini Rendy agak beda sama Vivi
Sudah hampir 2 minggu Vivi ga jalan sama Rendy, entah kemana ia pergi selalu ajah ada saja alasannya ketika mau ketemu, padahal kalau chating atau ketemu ia selalu meyakinkan Vivi bahwa ia hanya mencintai Vivi ga ada orang lain dibelakangnya
“ tau ah cowo gw diajak jalan selalu saja ada ajah alasannya “ dengan meneteskan air mata karena Vivi rindu sama Rendy, ketika ia sedang curhat sama Mira
“ sabar yah Vi, udah dong jangan menangis “
“ hmmm, oyah gmana kabar hubungan loe sama pacar loe “
“ baik “
“ katanya loe mau ngenalin cowo loe “
“ hee, next time yah “
“ oyah Ra, ntar sepulang sekolah mau ga temenin gw ke toko buku “
“ mmmm, sory ya gw ada janji, mau nganterin mamah ke bandara “
“ ouh yaudah deh “
Pulang sekolah seperti biasa Vivi langsung ke toko buku yang biasa ia didatang, Vivi emang rajin membaca, tiada hari tanpa membaca. Sepulang dari toko buku ia lansung ke mall karena ada yang diperlukannya.
Ketika Vivi sedang membayar belanjaannya dikasir, ia dikejutkan sesuatu, yaitu Rendy
“ Ya benar itu Rendy tapi sama siapa, bukannya tadi Rendy bilang lagi tiduran dirumah ? ko malah ada disini “ Vivi berbicara sendiri dan sampe lupa sama belanjaannya
Setelah Vivi membayar belanjaannya , ia langsung mengikuti Rendy
Ia menuju ke restaurant langganannya Vivi “ kebetulan sekali “ kata Vivi
“ sayang kamu mau pesan apa ? “ tanya Rendy sama cewe yang sedang bersamanya , cewe itu ga begitu jelas karena duduknya membelakangi Vivi, Vivi terkejut mendengar sebutan sayang, dan melihat mereka sedang pegangan tangan.
Vivi langsung mendatangi mejanya , memastikan bahwa itu benar Rendy.
Dan ternyata
“ Rendy , Mira “ Vivi benar – benar terkejut melihat mereka berdua sedang pegangan tangan , hati Vivi benar – benar hancur sampai meneteskan air mata
“ Vivi “ mereka bersamaan dan terkejut ternyata ada Vivi di sampingnya
“ Vi ini ga seperti yang loe liat Vi “ Mira mencoba menjelaskan yang tidak benar kepada Vivi agar Vivi ga marah sama mereka berdua
“ udahlah ga ada yang perlu di jelasin lagi semua udah jelas, mending kita putus aja Ren “ sambil meangis Vivi tak kuasa menahan air matanya, dia berlari tapi di tangannya dipegang oleh Rendy dan Vivi melepaskannya dan tetap berlari meninggalkan mereka berdua.
Keesokan harinya ketika dikelas Vivi jadi pendiam, Mira terus membujuk Vivi dan ia minta maaf tapi Vivi udah terlanjur sakit hati
“ Vi maafin gw yah, sory Vi “
“ udahlah ngapain sih dibahas lagi “ Vivi mencoba menghentikan pembicaraannya
“ ya udah dong jangan diam gitu “
“ Ra asal loe tau yah , kita sahabatan tuh dah lama banget Ra udah hampir 3 tahun kita selalu bersama, ketika susah maupun senang kita selalu bersama , tapi apa loe tega ngancurin kepercayaan gw Ra, longrebut Rendy dari gw cowo gw Ra , cowo gw  tega loe ga punya perasaan apa loe ga mikirin perasaan gw Ra “ Vivi terus menangis, ia benar – benar sangat kesal sama sahabatnya
“ tapi Vi, gw juga suka sama Rendy “
“ apah, gila loe mudah banget loe ngmong kaya gtu , loe tw kalo Rendy tu cowo gw tapi loe malah ngrebut Rendy dari gw loe ga mikirin perasaan gw, loe benar – benar Penghianat Ra , omongan loe kosong palsu, sory Ra kalo gw  punya salah sama loe, dan mending sahabatn kita sampai disini ajah Ra ga usah di lanjutin percuam juga , ga ada gunannya “
“ tapi Vi.. “ belum selesai ngomong, Vivi meninggalkan Mira dan ia keluar dari kelasnya,
sekarang persahabatan mereka hancur hanya gara – gara keegoisan Mira penghianat sahabatnya sendiri, sejak kejadian tersebut mereka enggan saling bersapa, dan Mira sangat menyesali perbuatannya karena sudah berhianat sama sahabatnya sendiiri.
Mira benar – benar jahat, ia selalu memfitnah agar Rendy ga deket lagi sama Vivi
Dan Dimas sekarang ga bersekolah di sekolahannya Vivi lagi, karena ia harus ikut ayahnya pindah ke luar kota. Sedangkan Rendy juga sudah putus sama Mira karena Mira mengakui bahwa omongannya Mira tentang Vivi itu ga ada yang benar , itu hanya Fitnah yang keji.




0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates

animasi doraemon bergerak gif
apradis